Lab. Fisika Dasar

Praktikum Fisika Dasar

Dalam Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan Abad ke-21 (SPTK-21) dikemukakan Laboratorium merupakan tempat untuk mengaplikasikan teori keilmuan, pengujian teoritis, pembuktian uji coba, penelitian, dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu yang menjadi kelengkapan dari fasilitas dengan kualitas dan kuantitas yang memadai (Depdiknas, 2002).

            Laboratorium Fisika Dasar UNM adalah salah satu fasilitas yang disediakan untuk membantu peningkatan mutu dan layanan Program Studi Fisika, baik pendidikan maupun dalam ilmu murninya. Laboratorium Fisika Dasar telah dilengkapi hingga mampu melaksanakan lebih dari 14 unit praktikum.

            Selain kegiatan praktikum, laboratorium Fisika Dasar juga memfasilitasi kegiatan lain seperti pelatihan praktikum siswa SMA, mahasiswa , serta guru Mata Pelajaran Fisika. Dalam semua kegiatannya, laboran akan dibantu oleh Asisten.

            Dalam konteks pendidikan, laboratorium mempunyai fungsi sebagai tempat proses pembelajaran dengan metoda praktikum yang dapat memberikan pengalaman belajar pada siswa untuk berinteraksi dengan alat dan bahan serta mengobservasi berbagai gejala secara langsung. Kegiatan laboratorium/praktikum akan memberikan peran yang sangat besar terutama dalam:

  1. Membangun pemahaman konsep
  2. Verifikasi (pembuktian) kebenaran konsep
  3. Menumbuhkan keterampilan proses (keterampilan dasar bekerja ilmiah) serta efektif siswa
  4. Menumbuhkan “rasa suka” dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari
  5. Melatih kemampuan psikomotor

Oleh karena itu kegiatan laboratorium/praktikum akan dapat meningkatkan kecakapan akademik, sosial, dan vokasional. Magnesen yang dikutip oleh DePorter, dkk. Dan diterjemahkan oleh Nilandari (2000) mengemukakan:

“kita belajar”:

10% dari apa yang kit abaca,

20% dari apa yang kita dengar,

30% dari apa yang kita lihat,

50% dari apa yang kita lihat dan dengar,

70% dari apa yang kita katakana,

90% dari apa yang kita katakana dan lakukan.”…